Tampilkan postingan dengan label Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Project. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

Tujuan Dan Fungsi K3 Proyek Konstruksi

Pada pelaksanaannya K3 memiliki tujuan dan fungsi yang lumayan banyak dan berfaedah, baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja. Berikut ini yakni beberapa tujuan dan fungsi K3 secara lazim :

Tujuan K3
Menurut UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, tujuan dari K3 ialah menangkal terjadinya kecelakaan dan sakit dikarenakan pekerjaan. Selain itu, K3 juga berfungsi untuk melindungi semua sumber bikinan agar mampu dipakai secara efektif.
  1. Untuk melindungi dan memelihara kesehatan dan keamanan tenaga kerja sehingga kinerjanya dapat meningkat. 
  2. Untuk menjaga dan menentukan keamanan dan kesehatan semua orang yang berada di lingkungan kerja. 
  3. Untuk memastikan sumber buatan terpelihara dengan baik dan mampu digunakan secara kondusif dan efisien. 
 
Fungsi K3
Pada pelaksanaannya K3 memiliki fungsi yang lumayan banyak dan berguna, baik bagi
perusahaan maupun bagi pekerja. Berikut ini ialah beberapa fungsi K3 secara lazim:
  1. Sebagai pemikiran untuk melaksanakan identifikasi dan evaluasi akan adanya risiko dan ancaman bagi keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.
  2. Membantu menunjukkan usulan dalam perencanaan, proses organisir, desain kawasan kerja, dan pelaksanaan kerja.
  3. Sebagai fatwa dalam memantau kesehatan dan keselamatan para pekerja di lingkungan kerja.
  4. Memberikan saran tentang gosip, edukasi, dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.
  5. Sebagai pemikiran dalam membuat rancangan pengendalian ancaman, metode, mekanisme dan acara.
  6. Sebagai contoh dalam mengukur keefektifan tindakan pengendalian ancaman dan acara pengendalian bahaya

Sumber https://caranecom.blogspot.com

Rabu, 06 Mei 2020

Daftar Pembagian Terstruktur Mengenai Sbu Jasa Perencana Dan Pengawasan Konstruksi

Perencanaan Arsitektur
No    Kode    Sub Bidang
1    AR101    Jasa Nasehat dan Pra Desain Arsitektural
2    AR102    Jasa Desain Arsitektur
3    AR103    Jasa Penilai Perawatan dan Kelayakan Gedung
4    AR104    Jasa Desain Interior
5    AR105    Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Hiburan Publik
Perencanaan Rekayasa       
No    Kode    Sub Bidang
1    RE101    Jasa Nasehat dan Konsultansi Rekayasa Teknik
2    RE102    Jasa Desain Rekayasa untuk Konstruksi Pondasi serta Struktur Bangunan
3    RE103    Jasa Desain Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air
4    RE104    Jasa Desain Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
5    RE105    Jasa Desain Rekayasa untuk Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Dalam Bangunan
6    RE106    Jasa Desain Rekayasa untuk Proses Industrial dan Produksi
7    RE107    Jasa Nasehat dan Konsultasi Jasa Rekayasa Konstruksi
8    RE108    Jasa Desain Rekayasa Lainnya
Perencanaan Penataan Ruang       
No    Kode    Sub Bidang
1    PR101    Jasa Perencana dan Perancang Perkotaan
2    PR102    Jasa Perencana Wilayah
3    PR103    Jasa Perencana dan Perancang lingkungan bangunan dan lansekap
4    PR104    Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang
Pengawasan Arsitektur       
No    Kode    Sub Bidang
1    AR201    Jasa Pengawas Administrasi Kontrak
Pengawasan Rekayasa       
No    Kode    Sub Bidang
1    RE201    Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung
2    RE202    Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi
3    RE203    Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Air
4    RE204    Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi dan Instalasi Proses dan Fasilitas Proses dan Fasilitas Industri
Pengawasan Penataan Ruang       
No    Kode    Sub Bidang
1    PR201    Jasa Pengawas dan Pengendali Penataan Ruang
Konsultansi Spesialis       
No    Kode    Sub Bidang
1    SP301    Jasa Pembuatan Prospektus Geologi dan Geofisika
2    SP302    Jasa Survey Bawah Tanah
3    SP303    Jasa Survey Permikaan Tanah
4    SP304    Jasa Survey Pembuatan Peta
5    SP305    Jasa Pengujian dan Analisa Komposisi dan Tingkat Kemurnian
6    SP306    Jasa Pengujian dan Analisa Parameter fisikal
7    SP307    Jasa Pengujian dan Analisa Sistem Mekanikal dan Elektrikal
8    SP308    Jasa Inspeksi Teknikal
Konsultansi Lainnya       
No    Kode    Sub Bidang
1    KL401    Jasa Konsultansi Lingkungan
2    KL402    Jasa Konsultansi Estimasi Nilai Lahan dan Bangunan
3    KL403    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan
4    KL404    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
5    KL405    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan
6    KL406    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya
7    KL407    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan konstruksi proses & fasilitas industrial
8    KL408    Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Sistem Kendali Lalu Lintas
Sumber https://caranecom.blogspot.com

Teladan Surat Ket. Duk. Bahan / Material


SURAT KETERANGAN DUKUNGAN

No.    :    22A/WM-SDPB/IND/VIII/2019
Hal    :    Surat Dukungan & Jaminan

Yang bertanda tangan dibawah ini :
    Nama        :  (Isi Nama)
    Jabatan     : (Isi Jabatan)
    Alamat      : (Isi Alamat)
bertindak untuk dan atas nama perusahaan (isi nama perusahaan pendukung)

Dengan ini memberikan santunan terhadap :
    Nama          :  (isi nama)
    Jabatan      :  (isi jabatan)
    Alamat        :  (isi alamat)
bertindak untuk dan atas nama perusahaan (isi nama perusahaan yang didukung)

Dalam rangka mengikuti Pelelangan :
    Pekerjaan    :  (Isi nama jenis paket pekerjaan yang dibarengi)
    Lokasi          :  (Isi lokasi kawasan pekerjaan)

Adapun Dukungan yang kami berikan yakni selaku berikut :
a.    (Isi Jenis pertolongan Bahan)
b.   Dukungan (Isi jenis Bahan) sesuai spesifikasi dan jumlah sesuai BOQ dokumen lelang.

Surat pinjaman ditujukan terhadap :
(Isi nama pokja/ULP/Panitia Pengadaan dll.)
Alamat  :  (Isi alamat Pokja/ULP/Panitia pengadaan dll.).

Surat perlindungan ini berlaku terhitung sejak dikeluarkannya. Surat Dukungan ini,  menjadi batal dengan sendirinya apabila perusahaan yang kami dukung diatas tidak memenangkan paket diatas dan atau menggunakan bikinan (Isi jenis bahan) dari pihak lain.

Demikian Surat Dukungan ini dibentuk untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Sumber https://caranecom.blogspot.com

Selasa, 05 Mei 2020

Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan Pengangkatan Gulma Terapung

Ket : Metode Palaksanaan pekerjaan pengangkatan Gulma Terapung/Eceng Gondok ini memakai Amphibious Excavator + Rake besi yang dipasang pada arm to bucket.

Untuk Metode pelaksanaan pekerjaan pengangkatan Gulma/Eceng Gondok menggunakan Amphibian Tool Carrier atau menggunakan Cutter Suction Dredging bisa menuju Link INI

Pengangkatan Gulma Terapung
Tahapan Pelaksanaan
Pelaksanaan pekerjaan Pengangkatan Gulma Terapung
Termasuk dalam penjabaran pekerjaan pengadaan tenaga kerja, & perlengkapan
yang hendak dikerjakan dengan menggunakan cara Mekanis memakai Alat Berat jenis Excavator dan dibantu dengan Tenaga Manusia dan perlengkapan bantu 

Adapun tahapan pelaksanaan Pengangkatan Gulma Terapung
akan dijalankan sesuai dengan jangka waktu/agenda waktu pelaksanaan dan tahapan
pelaksanaan pekerjaan yakni : 77,00 Hari Kerja atau
10,00 Minggu, yang mau dilakukan pada minggu ke 2 sampai
dengan minggu ke 11 dilaksanakan dengan volume kontrak = 2.000.000 M2
sesuai yang tercantum dalam Bill of Quantity (ket : Volume Kontrak mampu berubah jikalau terjadi pergeseran volume/Amandemen dalam pelaksanaan dilapangan).

Uraian dan Cara Metode Kerja
Sebelum kami memulai pelaksanaan pekerjaan Pengangkatan Gulma Terapung
selaku kontraktor pelaksana terlebih dulu mengajukan reques memulai pelaksanaan pekerjaan untuk mendapatkan petunjuk serta kode dari Pemilik/Direksi Pekerjaan dan menyampaikan gambar shop drawing perihal titik-titik tetap pekerjaan yang mau dilaksanakan sehingga didapat langkah yang sempurna dalam pelaksanaannya dan tidak terjadi pelaksanaan pekerjaan yang berulang yang akan menyebabhan kulitas, kuantitas, ongkos dan waktu tidak berdaya maksimal.

Dalam melakukan pekerjaan Pengangkatan Gulma Terapung
selalu berpedoman pada petunjuk dalam gambar kerja/shop drawing yang sudah disetujui pemilik/direksi pekerjaan dilapangan atau sesuai dengan petunjuk serta isyarat yang diberikan.

Sebelum memulai sesuatu pekerjaan, harus dikerjakan kenali ancaman, guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan. Identifikasi ancaman dijalankan bareng pengadaan pekerjaan dan safety department atau P2K3.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan mengutamakan keamanan dan kesehatan kerja dengan memakai cara standard, dengan memakai perlengkapan safety untuk para pekerja berbentukHemet, Rompi, Kaca Mata, safety Both, Sarung Tangan, klimb. rope, dll. sesuai peraturan keselamatan yang berlaku, atau sesuai dengan isyarat dan arahan Direksi Pekerjaan.

Sebelum dijalankan pekerjaan Pengangkatan Gulma Terapung langkah pertama yang dikerjakan ialah menciptakan patok profil yang menunjukan batas dari titik-titik area gulma yang hendak di keruk. Setelah itu maka mampu dikerjakan pekerjaan pengangkatan Gulma Terapung dengan menggunakan perlengkapan jenis excavator dan bila dimungkinkan sesuai aba-aba dan isyarat Direksi Lapangan dalam pelaksanaan pengangkatan Gulma Terapung ini menggunakan excavator jenis Amphibious/LA. atau penambahan alat jenis rake yang dipasang pada arm excavator long arm.

Material gulma terapung yang telah ditarik/dikeruk yang telah berada ditepi kemudian di dipindahkan memakai excavator tolok ukur pada segi tanggul bagian luar dan di tata dengan rapi semoga ketika gulma mengering akan terbentuk struktur yang rata

Tenaga, Bahan dan Peralatan yang mau digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
Pengangkatan Gulma Terapung
Adalah :
Tenaga Kerja :
1.    Pekerja
2.    Mandor Alat
Bahan Kerja :

Peralatan Kerja :
1.    Excavator LA + Rake
2.    Excavator STD
3.    Peralatan Bantu

Sumber https://caranecom.blogspot.com

Senin, 04 Mei 2020

Proporsi Adukan Beton Semen Mutu Fc 7,4 Mpa (K.100) - Fc 31,2 Mpa (K.350)

Beton merupakan sebuah komposit dari gabungan materi material berbentukPortland Cement, Pasir Beton, Kerikil/Agregate dan Air pencampur yang digunakan untuk bahan konstruksi bangunan maupun perkerasan beton semen.

Dalam pembuatan beton ada berbagai cara yakni dengan memakai Concrete batching plan, Concrete pan Mixer, Concrete Mixer maupun dengan cara adukan manual, tetapi sebaiknya untuk pengerjaan kualitas beton dengan mutu yang tinggi atau diatas mutu beton K.150 seharusnya memakai alat pengaduk yang diubahsuaikan dengan kebutuhan volume dimana pengadukan dengan menggunakan mesin atau misal concrete mixer akan lebih tercampur dengan baik dan akan menyanggupi standard dari karateristik kualitas beton itu sendiri.

Berikut yakni Komposisi adukan/gabungan beton Mutu K.100 ( Fc'7,4 Mpa) - Mutu K.350 (Fc'31,2 Mpa) yang mengunakan materi material berupa Semen, Pasir, Kerikil dan Air.

Catatan : Untuk Beton kualitas K.200 keatas sangat diusulkan bahan agregate/kerikil menggunakan kerikil/agregate/batu pecah.


No. Mutu Beton Semen PasirKerikilAirw/c
1 Beton Mutu Fc'7,4 Mpa - K.100
247 8699992150,87
2 Beton Mutu Fc'9,8 MPa - K.125
276 82810122150,78
3
Beton Mutu Fc'12,2 MPa - K.150
299
799
1017
215
0,72
4
Beton Mutu Fc'14,5 MPa - K.175
326
760
1029
215
0,66
5
Beton Mutu Fc'16,9 MPa - K.200
352
731
1031
215
0,61
6
Beton Mutu Fc'19,3 MPa - K.225
371
698
1047
215
0,58
7
Beton Mutu Fc'21,7 MPa - K.250
384
692
1039
215
0,56
8
Beton Mutu Fc'24,0 MPa - K.275
406
684
1026
215
0,53
9
Beton Mutu Fc'26,4 MPa - K.300
413
681
1021
215
0,52
10
Beton Mutu Fc'28,8 MPa - K.325
439
670
1006
215
0,49
11
Beton Mutu Fc'31,2 MPa - K.350
448
667
1000
215
0,48
Sumber Ref :  SNI DT – 91- 0008 – 2007 Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Dep.PUPR
 
Dari tabel kualitas beton diatas beton dapat di bagi menjadi tiga kelas adalah :
Mutu Beton Kelas 1 yaitu Mutu K.100 s/d Mutu K.200
Ket : Mutu Beton Kelas 1 merupakan Beton yang dipakai bukan untuk pekerjaan Struktur atau dikategorikan selaku beton mutu rendah Misal untuk Lantai Kerja dll..

Mutu Beton Kelas 2 ialah Mutu K.225 s/d Mutu K.275
Ket : Mutu Beton Kelas 2 ialah Beton yang digunakan untuk pekerjaan Struktur atau dikategorikan selaku beton mutu sedang Misal untuk pekerjaan struktur mirip lantai, jalan, pondasi, sloof,  kolom, dll.

Mutu Beton Kelas 3 yaitu Mutu K.300 s/d Mutu K.500
Ket : Mutu Beton Kelas 3 ialah Beton yang dipakai untuk pekerjaan Struktur atau dikategorikan sebagai beton kualitas Khusus Misal untuk pekerjaan untuk balok dan lantai jembatan, selimut beton, landasan pesawat, dll.


Sumber https://caranecom.blogspot.com

Cara, Guna & Faedah Materi Aditif Untuk Beton

Semua tingkat mutu beton mampu memakai materi aditif, keperluan dan waktu serta pelaksanaan curing diadaptasi dengan spesifikasi teknik dari pabrik pembuat bahan aditifnya. 


Prosedur pencampurannya dikerjakan pada proses pencampuran bahan, selaku contoh untuk materi aditif pengerasan diperlukan ± 1,2 Liter/m³.Berbagai jenis bahan admixture selaku materi kimia embel-embel untuk berbagai kebutuhan diantaranya:

- Meningkatkan kinerja kelecakan (kematangan) adukan beton tanpa menambah air;
- Mengurangi penggunaan air dalam adonan beton tanpa meminimalisir kelecakan;
-   Mempercepat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton;
-   Memperlambat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton;
-   Meningkatkan kinerja kemudahan pemompaan beton;
-   Mengurangi kecepatan terjadinya slump loss;
-   Mengurangi susut beton atau menunjukkan sedikit pengembangan volume beton (perluasan);
-   Mengurangi terjadinya bleeding;
-   Mengurangi terjadinya segregasi.


Sumber https://caranecom.blogspot.com

Senin, 20 April 2020

Kumpulan Ahsp Lengkap

Daftar Kumpulan Lengkap Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP Konstruksi

Select Sub Bidang 👇 :

1. Bidang Sumber Daya Air
2. Bidang Bina Marga
3. Bidang Cipta Karya
4. Bidang Umum


Daftar Kode dan Jenis AHSP - SDA
Kode AHSP                                Jenis Mata Pembayaran AHSP                                
     T.01     Pembersihan dan Pengupasan Permukaan Tanah
T.01.aPembersihan dan Stripping/Kosrekan
T.01.bTebas Tebang & Membersihkan Tanaman < 15 cm
T.01.cCabut 1 Tunggul kayu tanaman keras > 15 cm
T,02Uitzet Trase Saluran dan Pasang Profil
T,02.aUitzet Trase Saluran
T.02.b.1Pasang 1 m Profil Melintang Galian Tanah
T.02.b.2Pasang 1 m Bouwplank
T.03Pengadaan dan Pemasangan Patok
   T.03.a   Patok Kayu Ukuran 5/7
T.03.bPatok Tetap Bantu (PTB)
T.03.cPatok Tetap Utama (PTU)
T.06.aGalian Tanah Biasa Cara Manual
T.06.a.1Galian Tanah Biasa sedalam < 1 m
T.06.a.2Galian Tanah Biasa sedalam > 1 m s/d 2 m
T.06.a.3Galian Tanah Biasa sedalam > 2 m s/d 3 m
T.06.a.4Galian Tanah Biasa > 3 m untuk penambahan kedalaman 1 m
T.06.bGalian Tanah Biasa secara Semi Mekanis
T.06.b.1Galian Tanah Biasa sedalam < 1 m
T.06.b.2Galian Tanah Biasa sedalam > 1 m s/d 2 m
T.06.b.3Galian Tanah Biasa sedalam > 2 m s/d 3 m
T.06.b.4Galian Tanah Biasa > 3 m untuk penambahan kedalaman 1 m
T.07.aGalian Tanah Berbatu Cara Manual
T.07.a.1Galian Tanah Berbatu sedalam < 1 m
T.07.a.2Galian Tanah Berbatu sedalam > 1 m s/d 2 m
T.07.a.3Galian Tanah Berbatu sedalam > 2 m s/d 3 m
T.07.a.4Galian Tanah Berbatu > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.07.bGalian Tanah Berbatu cara Semi Mekanis
T.07.b.1Galian Tanah Berbatu sedalam < 1 m
T.07.b.2Galian Tanah Berbatu sedalam > 1 m s/d 2 m
T.07.b.3Galian Tanah Berbatu sedalam > 2 m s/d 3 m
T.07.b.4Galian Tanah Berbatu > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.08.aGalian Batu Cara Manual
T.08.a.1Galian Batu sedalam < 1 m
T.08.a.2Galian Batu sedalam > 1 m s/d 2 m
T.08.a.3Galian Batu sedalam > 2 m s/d 3 m
T.08.a.4Galian Batu sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.08.bGalian Batu cara Semi Mekanis
T.08.b.1Galian Batu sedalam < 1 m
T.08.b.2Galian Batu sedalam > 1 m s/d 2 m
T.08.b.3Galian Batu sedalam > 2 m s/d 3 m
T.08.b.4Galian Batu sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.09.aGalian Tanah Cadas Cara Manual
T.09.a.1Galian Tanah Cadas  sedalam < 1 m
T.09.a.2Galian Tanah Cadas sedalam > 1 m s/d 2 m
T.09.a.3Galian Tanah Cadas sedalam > 2 m s/d 3 m
T.09.a.4Galian Tanah Cadas sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.09.bGalian Tanah Cadas Cara Semi Mekanis
T.09.b.1Galian Tanah Cadas  sedalam < 1 m
T.09.b.2Galian Tanah Cadas sedalam > 1 m s/d 2 m
T.09.b.3Galian Tanah Cadas sedalam > 2 m s/d 3 m
T.09.b.4Galian Tanah Cadas sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.09.aGalian Tanah Keras Cara Manual
T.09.a.1Galian Tanah Keras  sedalam < 1 m
T.09.a.2Galian Tanah Keras sedalam > 1 m s/d 2 m
T.09.a.3Galian Tanah Keras sedalam > 2 m s/d 3 m
T.09.a.4Galian Tanah Keras sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.09.bGalian Tanah Keras Cara Semi Mekanis
T.09.b.1Galian Tanah Keras sedalam < 1 m
T.09.b.2Galian Tanah Keras sedalam > 1 m s/d 2 m
T.09.b.3Galian Tanah Keras sedalam > 2 m s/d 3 m
T.09.b.4Galian Tanah Keras sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.10.aGalian Lumpur ( Cara Manual )
T.10.a.1Galian Lumpur  sedalam < 1 m
T.10.a.2Galian Lumpur sedalam > 1 m s/d 2 m
T.10.a.3Galian Lumpur sedalam > 2 m s/d 3 m
T.10.a.4Galian Lumpur sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.10.bGalian Lumpur Cara Semi Mekanis
T.10.b.1Galian Lumpur sedalam < 1 m
T.10.b.2Galian Lumpur sedalam > 1 m s/d 2 m
T.10.b.3Galian Lumpur sedalam > 2 m s/d 3 m
T.10.b.4Galian Lumpur sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.11.aGalian Pasir
T.11.a.1Galian Pasir  sedalam < 1 m
T.11.a.2Galian Pasir sedalam > 1 m s/d 2 m
T.11.a.3Galian Pasir sedalam > 2 m s/d 3 m
T.11.a.4Galian Pasir sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.11.bGalian Pasir Cara Semi Mekanis
T.11.b.1Galian Pasir sedalam < 1 m
T.11.b.2Galian Pasir sedalam > 1 m s/d 2 m
T.11.b.3Galian Pasir sedalam > 2 m s/d 3 m
T.11.b.4Galian Pasir sedalam > 3 m untuk setiap penambahan dalam 1 m
T.12Perkuatan Dinding Galian
T.12.aPasangan 2 Lapis Seseg Bambu JAT < 1 m
T.12.bPasangan Papan 3/20 JAT < 1,5 m
T.12.cPasangan Balok kayu 8/12 tebal 8 cm JAT 4 m
T.12.dPasangan Balok Kayu 8/12 tebal 12 cm JAT < 6 m
T.13Peledakan Batuan
T.14Timbunan dan Pemadatan
T.14.aTimbunan Tanah atau Urugan Tanah Kembali
T.14.bPemadatan Tanah
T.14.cTimbunan Pasir sebagai Bahan Pengisi
T.14.d Pemadatan Pasir selaku Bahan Pengisi
 T.15.aAngkutan Material / Hasil Galian (Jarak Datar)
  T.15.a.1Angkut Material/Hasil Galian Jarak 5 m
T.15.a.2 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 10 m
 T.15.a.3Angkut Material/Hasil Galian Jarak 20 m
T.15.a.4 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 30 m
T.15.a.5 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 50 m
 T.15.a.6Angkut Material/Hasil Galian Jarak 100 m
T.15.a.7 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 200 m
 T.15.a.8Angkut Material/Hasil Galian Jarak 300 m
T.15.a.9 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 400 m
T.15.a.10 Angkut Material/Hasil Galian Jarak 500 m
T.15.a.11  Angkut Material/Hasil Galian Jarak > 500 m untuk + Jarak 100 m
 T.15.bAngkutan Material / Hasil Galian (Jarak Menurun)
 T.15.b.1Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi 1 m
T.15.b.2 Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >1 m s/d 2 m
T.15.b.3Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >2 m s/d 3 m
T.15.b.4Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >3 m s/d 4 m
T.15.b.5Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >4 m s/d 5 m
T.15.b.6Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >5 m s/d 6 m
T.15.b.7Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >6 m s/d 7 m
T.15.b.8Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >7 m s/d 8 m
T.15.b.9Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >8 m s/d 9 m
T.15.b.10Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >9 m s/d 10 m
T.15.b.11Menurunkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >10 u/ + 1 m
T.15.cAngkutan Material / Hasil Galian (Jarak Naik)
 T.15.c.1Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi 1 m
T.15.c.2 Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >1 m s/d 2 m
T.15.c.3Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >2 m s/d 3 m
T.15.c.4Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >3 m s/d 4 m
T.15.c.5Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >4 m s/d 5 m
T.15.c.6Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >5 m s/d 6 m
T.15.c.7Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >6 m s/d 7 m
T.15.c.8Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >7 m s/d 8 m
T.15.c.9Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >8 m s/d 9 m
T.15.c.10Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >9 m s/d 10 m
T.15.c.11Menaikkan Material/Hasil Galian Sampai Beda Tinggi >10 u/ + 1 m
TM.01Penggalian Tanah di Situ/Waduk dengan Excavator dan Ponton
 TM.01.aGalian Tanah di Situ/Waduk
 TM.01.bAngkut Material/Hasil Galian dengan ponton Jarak 1 Km
TM.01.c Angkut Material/Hasil Galian dengan ponton Jarak 3 Km
TM.01.d Angkut Material/Hasil Galian dengan ponton Jarak 5 Km
 TM.02Galian Tanah di Sungai dengan Excavator diangkut Dump Truck
 TM.02.aMenggali dengan Excavator dan Hasil Galian diamuat Dump Truck
 TM.02.b.1DT Angkut Material/Hasil Galian sejauh 3 Km
 TM.02.b.2DT Angkut Material/Hasil Galian sejauh 5 Km
 TM.02.b.3DT Angkut Material/Hasil Galian sejauh 10 Km
TM.02.b.4 DT Angkut Material/Hasil Galian sejauh 20 Km
TM.02.b.5 DT Angkut Material/Hasil Galian sejauh 30 Km
TM.02.c Tanah dihampar, diratakan dan Dirapikan
 TM.03Angkutan Material/Hasil Galian Lintas Pulau
 TM.03.aMaterial/Hasil Galian dari BA diangkut Ke DT
TM.03.b DT Angkut Material/Hasil Galian dari A ke B jarak 3 Km
 TM.03.cDi B Material/Hasil Galian diangkut ke Tongkang
TM.03.dTongkang Angkut Material/Hasil Galian Ke C Jarak 20 Km
TM.03.eDi C Material/Hasil Galian diangkut ke Perahu
TM.03.fPerahu Angkut Material/Hasil Galian dari C ke D jarak 2 Km
TM.04Gali, Angkut Material/Hasil Galian dan Pemadatan
TM.04.a.1Galian Tanah kedalaman 0 - 2 m
TM.04.a.2Galian Tanah kedalaman 2 - 4 m
TM.04.a.3Galian Tanah kedalaman > 4 m
TM.04.bDT Angkut Material dari BA ke lokasi Pekerjaan Jarak 1 Km
TM.04.cPemadatan Tanah di lokasi Pekerjaan
P.01.aPasangan Batu dengan Mortar Jenis PC-PP
P.01.a.1Mortar tipe M (Camp. 1PC : 2PP) Manual
P.01.a.2Mortar tipe M (Camp. 1PC : 2PP) Menggunakan Molen
P.01.b.1Mortar tipe S (Camp. 1PC : 3PP) Manual
P.01.b.2Mortar tipe S (Camp. 1PC : 3PP) Menggunakan Molen
P.01.c.1Mortar tipe N (Camp. 1PC : 4PP) Manual
P.01.c.2Mortar tipe N (Camp. 1PC : 4PP) Menggunakan Molen
P.01.d.1Mortar tipe O (Camp. 1PC : 5PP) Manual
P.01.d.2Mortar tipe O (Camp. 1PC : 5PP) Menggunakan Molen
P.01.eBongkar dan Pemanfaatan Batu Bekas pasangan
P.01.e.1Bongkar 1 m3 Pas. Batu dan Pembersihan Batu (Manual)
P.01.e.2Bongkar 1 m3 Pasangan Batu (Manual)
P.01.e.3Bongkar Pasangan watu dengan Jack Hammer
P.04.e.4Pembersihan 1 M3 Bongkaran Pas. Batu untuk pemanfaatan kembali
P.01.e.51 M3 Batu dari bekas Bongkaran Pasangan Batu
P.02Pasangan Bata Merah
P.02.a.1Mortar tipe M (Campuran 1PC : 2PP) Manual
P.02.a.2Mortar tipe M (Campuran 1PC : 2PP) Menggunakan Molen
P.02.b.1Mortar tipe S (Campuran 1PC : 3PP) Manual
P.02.b.2Mortar tipe S (Campuran 1PC : 3PP) Menggunakan Molen
P.02.c.1Mortar tipe N (Campuran 1PC : 4PP) Manual
P.02.c.2Mortar tipe N (Campuran 1PC : 4PP) Menggunakan Molen
P.02.d.1Mortar tipe O (Campuran 1PC : 5PP) Manual
P.02.d.2Mortar tipe O (Campuran 1PC : 5PP) Menggunakan Molen
P.02.e.1Mortar Campuran 1PC : 6PP (Manual)
P.02.e.2Mortar Campuran 1PC : 6PP (Menggunakan Molen)
P.02.f.1Bongkar 1 m3 Pasangan Bata Merah (Manual)
P.02.f.2Bongkar 1 m3 Pasangan Bata Merah dengan Jack Hammer
P.03Pekerjaan Siaran dengan Mortar Jenis PC-PP
P.03.aSiaran dengan Mortar tipe M (Camp. 1PC : 2PP)
P.03.bSiaran dengan Mortar tipe S (Camp. 1PC : 3PP)
P.04Pekerjaan Plesteran dengan Mortar Jenis PC-PP
P.04.aTrasram Tebal 1 cm dengan Mortar tipe M (Camp. 1PC : 2PP)
P.04.bPlesteran Tebal 1 cm dengan Mortar tipe S (Camp. 1PC : 3PP)
P.04.cPlesteran Tebal 1 cm dengan Mortar tipe N (Camp. 1PC : 4PP)
P.04.dPlesteran Tebal 1,5 cm dengan Mortar tipe M (Camp. 1PC : 2PP)
P.04.ePlesteran Tebal 1,5 cm dengan Mortar tipe S (Camp. 1PC : 3PP)
P.04.fPlesteran Tebal 1,5 cm dengan Mortar tipe N (Camp. 1PC : 4PP)
P.04.g1 M2 Pekerjaan Acian
P.05Pasangan Batu Kosong
P.06Pasangan Batu Bronjong Kawat (SNI 03-0090-1999)
P.06.a1 M3 Pasangan Batu Bronjong Kawat Bentuk I
P.06.a.1Bentuk I tipe A Bronjong Kawat Uk. L:2 m x B:1 m x T:1 m
P.06.a.1.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, sisi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.1.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, sisi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.1.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.2Bentuk I tipe B Bronjong Kawat Uk. L:3 m x B:1 m x T:1 m
P.06.a.2.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, segi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.2.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, segi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.2.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.3Bentuk I tipe C Bronjong Kawat Uk. L:4 m x B:1 m x T:1 m
P.06.a.3.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, sisi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.3.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, segi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.3.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.4Bentuk I tipe D Bronjong Kawat Uk. L:2 m x B:1 m x T:0,5 m
P.06.a.4.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, segi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.4.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, segi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.4.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.5Bentuk I tipe E Bronjong Kawat Uk. L:3 m x B:1 m x T:0,5 m
P.06.a.5.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, sisi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.5.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, segi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.5.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.6Bentuk I tipe F Bronjong Kawat Uk. L:4 m x B:1 m x T:0,5 m
P.06.a.6.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, sisi 3,4 mm hex 80 x 100 mm
P.06.a.6.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 3,0 mm, segi 4,0 mm hex 100 x 120 mm
P.06.a.6.cKawat Bronjong Wiremesh 5 mm ulir, lubang kotak 100 x 100 mm
P.06.a.7Pas. Bronjong Pabrikasi (tenaga kerja untuk 1 m3 batu bronjong)
P.06.b1 M3 Pasangan Batu Bronjong Kawat Bentuk II
P.06.b.1Bentuk II tipe G Bronjong Kawat Uk. L:6 m x B:2 m x T:0,17 m
P.06.b.1.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,0 mm, segi 3,4 mm hex 60 x 80 mm
P.06.b.1.bKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, sisi 4,0 mm hex 80 x 100 mm
P.06.b.2Bentuk II tipe H Bronjong Kawat Uk. L:6 m x B:2 m x T:0,23 m
P.06.b.2.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,0 mm, segi 3,4 mm hex 60 x 80 mm
P.06.b.2.aKawat Bronjong Galv. 3 lilitan 2,7 mm, segi 4,0 mm hex 80 x 100 mm
P.06.b.3Bentuk II tipe I Bronjong Kawat Uk. L:6 m x B:2 m x T:0,30 m
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
PP
                       
Ket : Kumpulan AHSP diatas Lengkap Beserta Metode Pelaksanaannya pada bagian bawah masing-masing analisa harga satuan (AHSP).

Sumber https://caranecom.blogspot.com