Sistem operasi Linux dikembangkan dengan mengadopsi teknologi dari sistem operasi Unix. Jika terbiasa menggunakan sistem operasi Windows, maka akan sulit jika harus langsung berhadapan dengan Linux. Secara teoritis, sebelum menggunakan Linux hal dasar yang harus di ketahui ialah istilah-istilah yang ada di Linux. Shell, salah satu istilah yang umum diperbincangkan tapi banyak juga yang sampai detik ini belum mempunyai gambaran jelas. Padahal shell ialah tempat menjalankan / mengoperasikan Linux. Banyak distro (distribusi) Linux sekarang ini telah dikembangkan oleh developer untuk membuat Linux secantik mungkin. Dengan tujuan agar linux digemari dan masyarakat mulai beralih ke sebuah babak baru; open source . Dengan menyertakan berbagai kecantikan dari window manager seperti KDE, Gnome maka banyak pemula linux yang mengabaikan keberadaan shell . Shell sebenarnya tidak hanya ditujukan bagi seorang admin tapi juga bagi pengguna linux tanpa kecuali. Shell dapat dikatakan sebagai tempat interaksi antara pengguna dan sistem Linux yang sedang digunakan. Shell juga bertugas menerjemahkan atau mengeksekusi program. Shell menyediakan suatu antarmuka teks ( command line ). Shell dapat diguakan untuk mengelola ( administering ) sistem Linux seperti menambah pengguna, mengatur file dan direktori dan memantau kerja dari sistem operasi. Shell Linux ditandai oleh $ ( user reguler ) atau # ( root ). Shell Bash dapat digunakan dalam dua modus, yaitu modus interaktif dan modus skrip. Pada modus interaktif, anda menuliskan satu baris perintah disamping prompt dan mengakhirinya dengan ENTER. Hasil eksekusi akan ditampilkan langsung pada layar dan anda kembali disediakan prompt untuk memasukkan perintah-perintah berikutnya. Pada modus skrip, anda menuliskan skrip atau kode program, berisi perintah-perintah Linux, menyimpannya ke dalam sebuah file dengan ekstensi .sh. Selanjutnya file ini dijalankan pada modus Interaktif. Shell Interaktif Bagian ini memperlihatkan bagaimana memanfaatkan mengadministrasi sistem Linux yang digunakan. shell interaktif untuk Sebagai latihan awal, coba tulis (akhiri dengan enter ) setiap perintah di bawah ini dan perhatikan luaran yang dihasilkan (‘$’ tidak diketik, itu hanya menandakan prompt ): $ date; whoami; pwd $ ps $ top $ ls –la $ echo ”Kereeeen” $ a=10; echo $a $ b=109; echo "B bernilai :" $b Secara garis besar anda mengetahui apa fungsi dari perintah di atas, dengan melihat luarannya. Perintah date untuk mendapatkan tanggal dan jam, whoami ( who am i ) untuk mengetahui nama login dari pengguna, pwd ( print working directory ) untuk mendapatkan nama direktori aktif (dimana anda berada). Perintah top ( table of processes ) untuk memperoleh daftar proses yang sedang berjalan. Perintah ls ( list ) untuk mendapatkan daftar file dan direktori dimana pengguna aktif berada. Bagaimana dengan perintah-perintah lainnya? Anda belum tahu kegunaannya? Luaran dari eksekusi di atas belum jelas? Anda dapat mengetahui fungsi dan cara menggunakan perintah di Linux memanfaatkan perintah man, singkatan dari manual . $ man ls $ man ps $ man file Perintah ‘man ls’ digunakan untuk mendapatkan manual dari perintah ls. Manual berisi fungsi dari perintah, cara pemanggilan perintah bersama dengan parameter-parameter yang mungkin disertakan dan penjelasan lebih lanjut mengenai setiap cara penggunaan dan sering disertai beberapa contoh. Bagaimana mencari file dengan ekstensi tertentu? Misalnya *.jpg? Silakan gunakan perintah ‘man find, baca dokumentasinya secara teliti dan selesaikan masalah ini. Sekarang jalankan perintah-perintah di bawah ini, satu demi satu dan jelaskan maksudnya! $ find . -name '*.jpg' $ file nama_file $ echo “belajar shell linux” > nama_file $ echo “keren abis” >> nama_file $ echo “OK...sepakat....te o pe deh” >> nama_file $ cat nama_file $ more nama_file $ grep keren nama_file $ man grep Apa kegunaan dari perintah grep ? Coba jalankan dua baris perintah yang mengandung perintah grep. Samakah hasilnya? Apa perbedaannya? $ cat nama_file
Home
Posts filed under Aplikasi
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 April 2020
Mengenal Shell Script Pada Sistem Operasi Linux
Pada bab ini anda akan belajar menuliskan suatu skrip yang sekedar memperlihatkan pesan "Halo dunia". Gunakan Text Editor dan buat file teks bernama pertama.sh mirip di bawah ini: #!/bin/bash # Nama file skrip: pertama.sh # Skrip ini memperlihatkan teks menggunakan perintah echo echo Halo dunia # mencetak teks Halo dunia Baris pertama memberitahukan tata cara Linux bahwa file akan dieksekusi oleh acara berjulukan /bin/bash . Ini ialah lokasi standard dari shell Bash pada banyak distribusi GNU/Linux. Pada beberapa distribusi Linux, ada perintah /bin/sh yang ialah link simbolik ke bash . Baris pertama dari setiap skrip mesti dan hanya mencantumkan “#!/bin/bash” atau “#!/bin/sh”. Baris kedua dimulai dengan simbol khusus, #. Ini menerangkan baris tersebut selaku sebuah komentar. Shell akan mengabaikannya, tidak memroses komentar tersebut. Satu-satunya pengecualian yakni simbol #! yang diletakkan di baris pertama dari file skrip – mirip pada acuan di atas. Ini yakni direktif khusus. Jika anda terbiasa dengan Perl, tentu telah menjumpai adanya #!/usr/bin/perl pada baris pertama setiap skrip Perl untuk mengumumkan shell interaktif bahwa program tersebut akan dieksekusi oleh Perl. Pada pemrograman shell Bash yaitu #!/bin/sh. Baris ketiga mengerjakan sebuah perintah echo dengan dua parameter atau argumen – pertama yakni "Halo" dan kedua adalah "dunia". Perintah echo akan secara otomatis meletakkan spasi tunggal di antara parameter-parameternya. Simbol # pertanda komentar. Karakter # dan apapun yang mengikutinya, pada baris yang serupa, diabaikan oleh shell . Sekarang jalankan chmod 755 pertama.sh atau ( chmod +x pertama.sh) untuk menciptakan file teks executable dan lakukan skrip dengan ./pertama.sh. Pada jendela shell (terminal) tampaksebagai berikut: $ chmod 755 pertama.sh $ ./pertama.sh Halo dunia Perintah echo Apakah cuma untuk menampilkan dua kata tersebut kita mesti menulis skrip? TIDAK. Anda dapat menggunakan shell interaktif untuk menemukan hasil yang serupa. Tuliskan eksklusif perintah echo Halo dunia di shell dan amati luarannya: $ echo Halo dunia Halo dunia Sekarang buat sedikit pergeseran. Pertama, ingat bahwa echo menaruh SATU spasi antara parameter-parameternya. Tempatkan beberapa spasi antara teks "Halo" dan "dunia". Hasil mirip apa yang diharapkan? Bagaimana bila anda menaruh aksara TAB di antaran dua kata tersebut? Bagaimana luaran dari perubahan tersebut? Output skrip sama persis dengan sebelumnya. Kita mengundang acara echo dengan dua argumen; echo tidak menghiraukan berapa pun jumlah spasi di antaranya. Sekarang, coba ubah lagi skrip tersebut menjadi: #!/bin/sh # Ini baris komentar! echo "Halo dunia" # Ini juga komentar Kali ini spasi yang disertakan tampil sebagai output . Mengapa? Karena echo dipanggil dengan cuma SATU argumen yang diapit oleh petik ganda “Halo dunia”. Tampilan di layar sempurna sama dengan yang dituliskan dalam skrip. Perlu diketahui bahwa shell mem- parse argumen SEBELUM melewatkannya ke program yang diundang. Shell menghilangkan tanda petik dan melupakan string tersebut selaku satu argumen. Contoh kedua, masih berkaitan dengan perintah echo . Tulis skrip berikut. Perkirakan luarannya sebelum menjalankannya: #!/bin/sh # Nama file skrip: kedua.sh # Apa yang dihasilkan skrip ini? echo "Halo dunia " # mencetak teks Halo dunia echo "Halo dunia " echo "Halo * dunia " echo Halo * dunia echo Halo dunia echo "Halo" dunia echo Halo " " dunia echo "Halo \"*\" dunia " echo `halo` dunia echo 'hello' dunia Apakah luarannya sesuai yang dibutuhkan? Jika tidak, jangan khawatir! Ini hanya beberapa hal yang mau dibahas pada bagian-bab lanjut dalam panduan ini. Dan pasti anda akan belajar perintah-perintah lain yang lebih powerful dibandingkan dengan echo . Program skrip sederhana untuk memperlihatkan daftar file yang ada di dalam direktori aktif! Buka terminal ketik nano ketikkan skrip mirip gambar di bawah simpan dengan sembarang nama pada direktori home. Berikan ekstensi .sh . Kemudian lakukan perintah mirip gambar di bawah. Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Minggu, 26 April 2020
Memanfaatkan Aplikasi Google App Pada Android
Siapa yang tidak kenal dengan Google ? Saya yakin anda pasti sering menggunakan Google khususnya ketika melakukan pencarian informasi di internet. Ya, Google saat ini memang menjadi raja di dunia maya berkat berbagai layanannya yang sangat memudahkan jutaan orang untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Mulai dari pencarian informasi lewat Google Search, menterjemahkan bahasa dengan Google Translate, menonton video dalam Youtube, membuat website pribadi atau blog dengan Blogger, hingga mendapatkan penghasilan dari Google Adsense. Selain layanan internet, Google juga mengembangkan platform untuk perangkat mobile seperti smartphone . Namanya Android. Sama seperti layanan Google lainnya, Android kini juga menjadi platform gadget paling populer berkat pengembangan oleh banyak perusahaan. Di dalam smartphone Android juga dapat kita temui aplikasi yang untuk mengakses layanan Google semisal Gmail, Play Store, Youtube, browser Chrome, dan lainnya. Mengenal Aplikasi Google App Tahukah jika dalam smartphone Android anda terdapat aplikasi Google terbaru yang cukup menarik ? Aplikasi itu juga diberi nama Google. Kegunaannya untuk mengakses berbagai informasi dengan cara yang sangat mudah tanpa harus membuka web browser . Anda dapat mencobanya dengan membuka aplikasi yang menggunakan logo Google ini. Aplikasi Google App saat ini sudah pasti ada dalam smartphone Android karena sistem mengharuskan pengguna untuk men download atau mengunduh aplikasi ini. Dengan menggunakan Google App atau aplikasi Google ini, kita dapat mengakses berbagai informasi cukup dengan perintah suara tanpa harus melakukan banyak tap pada layar smartphone . Anda juga dapat memberi pertanyaan apapun yang nanti dapat dijawab oleh Google. Anda juga dapat mengakses informasi cuaca yang ter update secara real time . Tampilan Google App Google App ini boleh dibilang mengintegrasikan beberapa aplikasi layanan Google seperti Google Search, Google Maps, Google Trends, Google Images, Google Translate, dll. Sehingga dengan satu aplikasi saja, kita dapat menggunakannya untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat. Secara default , Google App menyediakan fitur layanan pencarian, update informasi cuaca, dan berita hangat yang banyak dibaca. Untuk menggunakan layanan pencarian, dapat langsung mengetik kata kunci pada kotak pencarian yang telah tersedia. Menariknya, anda juga dapat menggunakan perintah suara dengan mengucapkan kata "OKE Google" lewat mic pada smartphone untuk melakukan pencarian. Bergeser ke bawah, anda dapat menemukan informasi cuaca secara real time sesuai lokasi domisili anda. Informasi ini berupa widget yang dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan. Untuk mengkostumisasi widget cuaca, anda dapat melakukan tap pada pojok kanan atas kotak widget cuaca. Kostumisasi yang dapat dilakukan misalnya menyembunyikan kotak widget , mengganti unit derajat suhu cuaca, atau menyembunyikan suhu saat berada di suatu tempat. Di bawah widget informasi cuaca, terdapat widget Trending Stories, semacam informasi berita yang sedang hangat. Google App menampilkan beberapa berita hangat dari berbagai portal berita online . Tujuannya agar pengguna Google mudah untuk membaca berita terhangat tanpa perlu mengakses portal berita satu persatu. Jika anda menggunakan bahasa Indonesia, maka berita yang ditampilkan berasal dari portal berita di Indonesia. Sama seperti widget cuaca, widget berita ini juga dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan anda. Widget akan meng update secara otomatis ketika anda membuka Google App. Anda juga mengupdatenya secara manual dengan cara melakukan tap slide di bawah kotak pencarian kemudian menahannya beberapa saat. Jika dirasa ada widget yang tidak begitu penting, anda dapat menghapusnya dengan cara tap slide ke arah samping kanan layar. Aplikasi Google App juga dapat anda kostumisasi sesuai kebutuhan. Caranya dengan melakukan tap menu pada pojok kiri atas > tap Customize. Kustomisasi Google App Mengatur lokasi domisili & daerah kerja Anda mampu mengatur lokasi domisili atau kawasan tinggal anda melalui Google App. Tujuannya semoga Google App dapat melakukan tracking saat anda melaksanakan perjalan ke sebuah daerah. Pada bagian Places, tap Set Home. Masukkan alamat atau lokasi domisili anda. Google App secara otomatis menganjurkan kawasan sesuai lokasi yang dimasukkan. Anda juga dapat menertibkan daerah dimana anda bekerja pada Set Work. Menambah widget gres Selain informasi informasi dan cuaca, anda juga dapat memperbesar widget baru sesuai minat dan ketertarikan anda. Pada bab In Your Stream, ada beberapa sajian yang mampu anda tambahkan. Misalnya, kalau menyukai dan mengikuti informasi tentang sebuah klub olahraga, anda cukup tap sajian Sports. Tap tanda + pada pojok kanan bawah, kemudian ketik nama klub atau tim yang dikehendaki. Atau jika anda mengikuti info saham modern, anda mampu menambah widget Stocks. Baca juga Cara Mengoptimalkan UC Browser Pada Android Pada menu Transportation, anda mampu mengontrol cara anda berpergian baik dikala perjalan jauh atau dekat . Dengan ini, Google App mampu melakukan estimasi waktu yang dilakukan dikala menempuh sebuah perjalanan. Cara yang dapat diseleksi mirip bersepeda, mengendarai kendaraan, naik transportasi lazim, atau berlangsung kaki. Informasi cuaca pada Google App juga dapat diubahsuaikan dikala anda melakukan perjalanan. Tap Everything Else, ada opsi Interested in weather update ? Anda tinggal memperlihatkan balasan Yes. Selain dikostumisasi, anda juga dapat mengatur Google App. Tap menu di pojok kiri atas, lalu tap Settings. Pengaturan Google App Mengatur bahasa untuk pencarian Tap Search Language. Pilih bahasa yang diharapkan. Mengatur perintah bunyi Tap Voice. Jika ingin mengendalikan bahasa yang digunakan pilih Language (boleh lebih dari satu). Google Apl juga mampu memblokir kata-kata bernafsu dengan mengaktifkan Block offensive words. Mengatur Now cards Now cards sama seperti widget yang telah dibahas di atas. Diberi nama Now cards alasannya gosip yang ditampilkan update secara real time . Anda dapat mengatur notifikasi dari masing-masing widget yang terpasang. Notifikasi ini akan tampil pada hidangan notifikasi Android. Jika ada widget yang tidak terlalu diperlukan, anda cukup mematikan notifikasinya dengan tap slide di segi kanan. Menu Autocomplete Pada hidangan ini cuma terdapat pilihan untuk menampilkan Trending Stories atau info hangat yang sesuai dengan tempat atau regional anda. Menu Account & Privacy Sebelum memakai aplikasi Google App ini, anda mesti memiliki akun Google. Ini sebab semua layanan dalam Google App ini sifatnya online yang terhubung pribadi dengan server Google. Jika anda menginginkan hasil pencarian yang aman pada Google App, anda mampu mengaktifkan SafeSearch filter. Dengan begitu, hasil penelusuran gosip yang anda dapat bebas dari situs-situs yang berbahaya. Secara default, Google App memakai situs google.co.id (domain lokal Indonesia) untuk fitur pencarian. Namun anda mampu mengubahnya dengan mengaktifkan Search Google.com. Berita yang tampil mampu dibaca secara lengkap cukup dalam Google App tanpa harus membuka aplikasi web browser. Jika ingin membukanya melalui web browser, matikan pilihan Open web pages in app. Google App juga menawarkan fitur Reminder. Cukup berfaedah buat anda yang mempunyai banyak aktivitas sehingga perlu pengingat kegiatan. Anda tinggal menambahkan pengingat dengan tap tanda + lalu masukan nama, tempat, dan waktu aktivitas anda. Seperti halnya aplikasi Android yang lain, aplikasi Google App ini seharusnya senantiasa diupdate secara berkala semoga keuntungannya lebih maksimal terutama jikalau ada fitur-fitur baru. Itulah beberapa cara menggunakan dan mempergunakan aplikasi Google App pada Android. Silahkan gunakan aplikasi tersebut dengan baik dan bijak sehingga manfaatnya mampu anda rasakan. Semoga postingan ini bermanfaat. Selamat mencoba...! Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Kamis, 23 April 2020
Cara Mempercepat Startup Windows 10 Pakai Regedit
Dalam tata cara operasi Windows 8, Windows 8.1, serta Windows 10, ketika komputer booting ke Windows dan loading Desktop, semua aplikasi startup yang hendak diangkut "ditunda" dalam waktu beberapa detik. Proses delay atau penundaan aplikasi startup ini bertujuan semoga Windows dapat melakukan semua proses aplikasi atau layanan metode yang bersifat vital tanpa ada persoalan. Setelah semua services (layanan) dan aplikasi tata cara sudah diangkut, lalu Windows mengerjakan aplikasi startup . Fitur seperti ini telah diperkenalkan semenjak Windows 8 dan masih dipertahankan pada Windows 10. Meski tampakbukan hal yang buruk, startup Windows mungkin akan terasa lebih lambat alias lemot. Namun anda mampu menonaktifkan fitur "penundaan" tersebut sehingga semua aplikasi startup dapat diangkut dengan segera bersama layanan dan proses aplikasi Windows lainnya. Dengan meniadakan waktu jeda pada loading aplikasi startup , kinerja Windows tentu akan terasa lebih maksimal. Baca juga : Begini Cara Mempercepat Booting Windows 10 Cara Menggunakan Windows Photo Viewer di Windows 10 Pada bimbingan kali ini, Tekno Jempol akan membagikan trik singkat mempercepat loading aplikasi startup Windows 10 dengan aplikasi Registry Editor (regedit). Caranya adalah menambahkan perintah untuk menonaktifkan waktu delay sehingga mampu diangkut secara bersama-sama dikala loading Desktop. Berikut ini caranya. Tekan tombol Win+R untuk membuka kotak dialog Run. Anda juga mampu menggunakan tombol Win+X, kemudian klik menu Run Ketik "Regedit" (tanpa tanda petik) untuk membuka aplikasi Registry Editor Registry Editor memiliki antarmuka mirip Windows Explorer. Anda tinggal mengarahkan pada alamat HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer Klik kanan Explorer, pilih New, klik Key Beri nama key gres tersebut dengan nama Serialize Buka Serialize Klik kanan Serialize, pilih New, klik DWORD Beri nama DWORD tersebut dengan nama StartupDelayInMSec Buka DWORD StartupDelayInMSec kemudian beri nilai 0 Tutup Registry Editor dan restart komputer untuk melihat perubahan dari trik di atas Sekarang anda dapat mencicipi pergantian ketika loading aplikasi startup . Semua aplikasi startup yang dilaksanakan Windows harusnya dapat diangkut dengan lebih singkat daripada sebelumnya. Baca juga : Cara Mempercepat Kinerja Windows 10 Pada PC Desktop/Laptop Selain cara di atas, ada juga cara yang cukup mudah untuk menonaktifkan waktu delay . Teknisnya, cukup membuat file Registry untuk menciptakan daftar DWORD seperti cara di atas. Berikut ini langkah-langkahnya Buka aplikasi Notepad Ketik isyarat berikut Windows Registry Editor Version 5.00 [HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Serialize] "StartupDelayInMSec"=dword:00000000 Simpan dengan nama disable_delay_time.reg Kemudian buka file disable_delay_time.reg. Anda mungkin dimintai konfirmasi ketika melaksanakan file tersebut. Klik Yes/Run Sekian. Selamat menjajal dan supaya berfaedah... Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Rabu, 22 April 2020
Cara Memaksimalkan Google Chrome Flags Pada Android
Pada artikel sebelumnya ( Cara Mengoptimalkan Google Chrome Browser Pada Android ), kalian sudah mempelajari beberapa cara mudah dalam mengoptimalkan pengaturan browser Google Chrome. Sebenarnya, masih ada lagi cara untuk mengoptimalkan Google Chrome sesuai kesanggupan ponsel pintar Android yang kalian gunakan. Caranya ialah dengan melaksanakan tweaking atau sedikit mengutak-atik pengaturan penting dalam Google Chrome. Apa itu Google Chrome Flags ? Pengaturan yang dimaksud yaitu Google Chrome Flags. Google Chrome Flags yakni pengaturan "tersembunyi" yang dipakai untuk memperbesar fungsionalitas atau fitur baru dalam browser Google Chrome. Jika pengaturan tersebut mampu diaktifkan dengan baik, tentu akan lebih mengoptimalkan browser Google Chrome. Baca postingan wacana Google Cara Mudah Mematikan AdBlock Pada Google Chrome dan Firefox Cara Mengoptimalkan Google Calendar Pada Android Di sini, Tekno Jempol akan menerangkan beberapa pengaturan Google Chrome Flags yang mampu lebih memaksimalkan browser tersebut. Pengaturan ini sudah terbukti aman dan menunjukkan efek nyata pada browser Google Chrome. Berikut ini penjelasannya. Pertama, buka browser Google Chrome pada ponsel pintar Ketik url "chrome://flags" (tanpa tanda petik) Untuk mengaktifkan salah satu pengaturan flags , tap link Enable. Sebaliknya, untuk menonaktifkan, tap link Disable. Beberapa pengaturan flags memakai menu dop-down . Untuk mengaktifkan, pilih sajian Enable. Pengaturan Google Chrome Flags yang mampu diaktifkan Fast tab/window close : ialah flags atau pengaturan untuk mempercepat dikala membuka tab baru dan menutup tab yang telah simpulan dipakai. Saat kita mengakses beberapa website dalam beberap tab, jika salah satu tab ditutup akan membutuhkan waktu. Oleh alasannya adalah itu, fitur ini patut untuk diaktifkan. Smooth Scrolling : pengaturan untuk menghaluskan proses scroll penampilan. Fitur ini wajib untuk diaktifkan. Enable lazy image loading : Menunda pemuatan gambar yang ditandai dengan atribut 'loading = lazy' hingga halaman di-scroll ke bawah di akrab mereka. Enable spell checking : pengaturan untuk mengaktifkan pemerikasaan ejaan. Fitur ini memiliki kegunaan untuk membantu kita ketika mengetikkan keyword pencarian Enable Translate : Fitur untuk menerjemahkan konten dalam bahasa tertentu. Dalam hal ini akan memakai Google Translate. Heavy Ad intervention : Memblokir iklan yang memakai terlalu banyak sumber daya perangkat Custom context hidangan : fitur untuk mengaktifkan menu context atau popup dikala melakukan tap dan hold sebuah komponen dalam website. Menu ini berisi pilihan yang mampu dijalankan terkait komponen tersebut, semisal copy paste, membuka link, dan pencarian Google. History entry requires user gesture : Fitur yang akan memperbolehkan history situs web hanya ketika pengguna melakukan interaksi dengan website tersebut. Parallel downloading : Fitur untuk menambah koneksi ketika download biar proses unduhan menjadi lebih cepat PERINGATAN ! Beberapa pengaturan Google Chrome Flags masih bersifat experimental atau masih dalam tahap pengujian. kalian mungkin mampu mengaktifkan pengaturan tersebut. Namun, kalian tetap mesti berhati-hati. Sebab, kalau salah dalam mengaktifkan suatu pengaturan, mampu jadi akan menimbulkan browser Google Chrome bermasalah. Relaunch atau restart Saat mengaktifkan sebuah pengaturan pada Google Chrome Flags, kita harus merestart ulang aplikasi Google Chrome biar pengaturan tersebut dapat berlangsung. Pada bab bawah performa Google Chrome akan muncul tombol Relaunch Now untuk merestart ulang. Baca juga : Memanfaatkan Aplikasi Google App Pada Android Itulah beberapa pengaturan yang dapat diaktifkan dalam Google Chrome Flags. Masih banyak pengaturan yang mampu diaktifkan, terutama yang bersifat eksperimen. Silahkan dicoba dan supaya bermanfaat... Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Begini Cara Meniadakan Riwayat Web Browser Secara Otomatis
Setiap kali anda melaksanakan browsing di dunia maya, web browser pasti akan merekam dan menyimpan data browsing . Saat anda mengunjungi sebuah website , browser akan menyimpan riwayat jelajah atau history browsing , cache , cookies , daftar file hasil download , keyword pencarian, dan lain sebagainya. Bahkan jika anda mau, browser juga dapat menyimpan info form login seperti username dan password . Tujuannya agar loading website lebih cepat bila diakses kembali dan pengguna tidak butuhmemasukkan lagi berita yang diharapkan untuk mengakses website tersebut. Semakin sering anda mengakses situs web , maka riwayat yang tersimpan akan kian banyak. Tentu hal ini akan kian memenuhi ruang penyimpanan. Oleh alasannya adalah itu, anda perlu membersihkannya secara rutin biar tidak terlampau membebani sistem. Web browser populer seperti Mozilla Firefox dan Google Chrome mempunyai fitur untuk membersihkan riwayat browsing secara otomatis. Fitur tersebut akan menghapus history browsing begitu anda menutup aplikasi browser tersebut. Berikut ini, Tekno Jempol akan memaparkan cara menghapus riwayat browsing secara otomatis. Cara tersebut mampu anda terapkan pada browser Mozilla Firefox dan Google Chrome dalam komputer/laptop. Mozilla Firefox Pertama, buka aplikasi browser Mozilla Firefox Buka hidangan di sebelah kanan atas Klik hidangan Options (ikon roda gerigi) Atau anda dapat membuka url "about:preferences" (tanpa tanda petik) Pilih menu Privacy Pada bagian Firefox will:, pilih Use custom settings for history Centang kotak "Clear history when Firefox closes". Fungsi ini untuk menghapus riwayat ( history ) browsing dikala aplikasi Mozilla Firefox ditutup. Anda juga dapat mengontrol apa saja yang mampu dihapus dikala menutup aplikasi Mozilla Firefox. Caranya klik tombol Settings Centang kotak pilihan riwayat yang akan dihapus. Secara default, semua jenis history akan tercentang. Klik tombol OK untuk konfirmasi Google Chrome Selain Mozilla Firefox, Google Chrome juga punya fitur yang serupa. Berikut ini cara mengaktifkannya Buka aplikasi Google Chrome Buka menu di sebelah kanan atas Pilih hidangan Settings Atau anda juga mampu membuka url "chrome://settings" (tanpa tanda petik) Scroll performa sampai ke paling bawah, klik link Show Advanced Settings.. Klik tombol Content Settings Pada bab Cookies, aktifkan "Keep local data only until you quit your browser" Klik tombol Done untuk konfirmasi Sayangnya, browser Google Chrome hanya mampu meniadakan cookies secara otomatis. Jika ingin menghapus history Google Chrome yang lain, anda harus melakukannya secara manual. Untuk melihat history pada browser Google Chrome, cukup tekan tombol Ctrl + H. Lebih lanjut tentang Google Chrome, anda mampu membaca postingan berikut Cara Mengoptimalkan Google Chrome Browser Pada Android Cara Mengoptimalkan Google Chrome Flags Pada Android Menghapus riwayat browsing secara berkala akan cukup untuk memperlihatkan privasi pada anda. Cara di atas mampu anda terapkan pada sistem operasi Windows 7/8/8.1/10 dan Linux. Namun dengan meniadakan riwayat browsing , maka anda harus memuat dan login kembali tiap membuka sebuah situs web . Selamat mencoba dan semoga berguna... Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Minggu, 19 April 2020
Argumentasi Windows 10 64-Bit Lebih Kondusif Daripada Windows 10 32-Bit
Saat ini, produk komputer desktop/laptop baru umunya telah dibekali sistem operasi Windows 10 terutama versi 64-bit. Sistem operasi Windows dengan versi 64-bit disebut memiliki kelebihan dibanding model 32-bit. Benarkah ? Arsitektur 32-bit vs 64-bit Dalam dunia komputasi, bit adalah satuan data terkecil (1 bit = 1 abjad). Sedangkan angka 32 dan 64 merupakan jumlah data yang dapat diolah dalam satu waktu/siklus. Arsitektur 32-bit atau 64-bit ini sungguh berpengaruh pada performa komputer. Secara teori, arsitektur 64-bit punya kinerja yang jauh lebih optimal alasannya bisa mengolah data jauh lebih banyak (2 64 ) dari pada arsitektur 32-bit (2 32 ). Baca juga : Cara menyembunyikan file/folder agar kondusif Perbandingan Arsitektur Windows 10 32-bit dan 64-bit Arsitektur Kelebihan Kekurangan Contoh 32-bit Mampu menjalankan aplikasi 16-bit Lebih terkenal utamanya di kelas pengguna konsumer Dukungan driver/aplikasi masih sangat luas Hanya bisa mengakses memori maksimal 4 GB* Tidak dapat melakukan aplikasi modern (64-bit) x86 (x32/IA-32) 64-bit Mampu melakukan aplikasi 32-bit dan 64-bit sekaligus Mampu mengakases memori dengan kapasitas lebih dari 4GB Performa lebih efisien dan optimal Punya faktor keselamatan yang lebih elok Cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan kinerja tinggi seperti gaming, rancangan/editing, server/workstation Dukungan driver/aplikasi mulai banyak Berjalan lambat pada komputer dengan RAM kurang dari 4GB x86-64 (IA-64, x64/AMD64/Intel 64) *Perlu kalian pahami, bantu-membantu CPU modern kebanyakan telah mendukung PAE ( Physical Address Extensions ). PAE adalah ekstensi untuk meningkatkan jumlah bit menjadi 36-bit. Jika ekstensi ini diaktifkan, Windows 10 model 32-bit contohnya mampu mengakses memori sampai 64 GB. Wow, mempesona bukan ? Dari segi keselamatan, Windows 10 64-bit disebut lebih kondusif daripada versi 32-bit. Beberapa fitur keamanan telah disediakan dalam Windows 10 model 64-bit. Berikut ini penjelasan fitur keamanan Windows 10 64-bit Address Space Layout Randomization (ASLR) Merupakan salah satu fitur keamanan yang mampu mengacak lokasi data/acara dalam memori. Fitur ASLR akan memaksa virus/ malware untuk menebak lokasi data yang mau diserang. Jika lokasi yang ditebak salah, maka virus/ malware tersebut akan crash sehingga tidak akan bisa mengancam data/program. Dulu sebelum ada fitur ASLR, lokasi data/program dalam memori sudah diprediksi sehingga memudahkan virus/ malware menyerangnya. Fitur ASLR telah digunakan sejak kala sistem operasi Windows Vista sampai sekarang. ASLR sebenarnya juga digunakan dalam Windows Vista model 32-bit. Namun pada Windows 64-bit, ASLR lebih efektif sebab mampu mengacak data/acara pada lokasi yang jauh lebih luas mengenang dukungan kapasitas memori yang lebih besar. Mandatory Driver Signing Windows versi 64-bit tergolong Windows 10 mengharuskan semua driver memiliki arahan tanda tangan digital tergolong driver perangkat. Tujuannya biar tata cara terhindar dari driver artifisial yang berasal dari virus/ malware untuk menjajal mengancam sistem komputer. Malware yang berupaya menginfeksi tata cara pasti mesti bersusah payah menerima aba-aba tanda tangan digital supaya mampu dikenali tata cara. Inilah yang menyebabkan driver versi 64-bit tidak bisa dilakukan pada Windows 32-bit. Begitu pula sebaliknya, driver 32-bit juga tidak mampu dilaksanakan pada Windows versi 64-bit apalagi banyak driver 32-bit lama yang belum memiliki instruksi tanda tangan digital. Kernel Patch Protection (KPP) aka Patch Guard Adalah fitur keselamatan yang cuma ada dalam Windows versi 64-bit. KPP akan menangkal virus atau malware yang hendak menginfeksi metode dengan cara "menumpangi" kernel Windows. Jika ada malware atau bahkan driver palsu yang menempel pada kernel, secara otomatis Windows akan mengalami error /BSOD ( Blue Scree of Death ) atau melaksanakan restart komputer. Baca juga : Komputer Tiba-tiba Restart Sendiri ? Ini Cara Mengatasinya Anda mungkin pernah mengalami BSOD sehabis menginstal driver atau aplikasi tertentu pada Windows 10 64-bit. Salah satu penyebabnya yakni fitur KPP ini yang berusaha memproteksi metode Windows. Oleh karena itu, tentukan driver dan aplikasi yang anda pasang benar-benar cocok dengan model Windows yang digunakan. Data Execution Prevention (DEP) Fitur ini mengizinkan sistem operasi untuk tidak mengeksekusi suatu instruksi perintah yang dianggap berbahaya. Jika terdeteksi ada isyarat malware yang tertulis pada suatu ruang dalam memori, maka ruang memori tersebut akan ditandai dengan label "no execute" atau tidak dihukum. DEP akan senantiasa aktif pada Windows 64-bit. Fitur DEP telah aktif Untuk mampu melaksanakan fitur DEP, Windows 64-bit mewajibkan penggunaan processor 64-bit yang sudah mendukung ekstensi XD bit (Intel) atau NX bit (AMD). Ekstensi semacam itu sudah umum tersedia pada processor modern ketika ini. Windows 10 64-bit memerlukan processor yang mendukung aba-aba XD bit/NX bit. Daftar processor yang mampu menjalankan Windows 10 64-bit dapat anda baca pada postingan dengan judul Processor Intel dan AMD Yang Support Windows 10 Windows on Windows 64 (WOW64) Salah satu kelebihan Windows 64-bit diantaranya mampu mengerjakan aplikasi yang berbasis 32-bit. Hal ini dikarenakan Windows 64-bit memiliki fitur unik yang dinamakan Windows on Windows 64 atau dikenal WOW64. Fitur ini mengizinkan sistem operasi memproses aba-aba program yang masih menggunakan aba-aba 32-bit. Saat menjalankan aplikasi 32-bit, WOW64 akan menerapkan beberapa aturan khusus biar sistem tetap berjalan wajar . Itu sebabnya beberapa aplikasi model usang mungkin tidak dapat dikerjakan pada Windows 64-bit. Adanya fitur WOW64 menciptakan virus atau malware yang umumnya menginfeksi Windows 32-bit tidak dapat berjalan pada Windows versi 64-bit. Baca juga : Daftar Processor AMD dan Intel 64-bit Terbaik Proteksi pada Windows 10 Microsoft melengkapi Windows 10 dengan beberapa fitur perlindungan. Misalnya otentikasi biometrik mirip pengenalan muka dan rekam sidik jari. Dua fitur ini membutuhkan perangat khusus semisal kamera dan fingerprint reader. Windows 10 juga memakai PIN sebagai fitur keselamatan. Namun, di sini PIN bekerja dengan dengan metode enkripsi asimetris. PIN akan dipecah menjadi dua kunci enkripsi kembar yang hanya mampu dikenali oleh si pengguna. Sistem operasi apapun, model 32-bit atau 64-bit mungkin tidak 100% kebal dari bahaya virus, malware atau serangan cyber. Kedepan, bukan mustahil ada virus atau malware yang mampu menembus tata cara keamanan Windows 64-bit. Oleh alasannya adalah itu, anda yang memakai tata cara operasi Windows 64-bit juga harus selalu aktif melindungi komputer dengan beberapa cara berikut ini Gunakan Windows 64-bit yang resmi/orisinal Rutin meng- update Windows Memasang dan mengaktifkan antivirus atau anti- malware yang juga rutin di- update Tidak menginstall atau mengunduh aplikasi yang tidak jelas sumbernya Hindari aplikasi yang memakai cheat , crack , activator , atau tools pembobol keselamatan yang lain Seterusnya mampu anda baca pada artikel dengan judul Cara Merawat Komputer Windows Dengan Mudah Agar Kinerjanya Tetap Optimal Melihat fitur-fitur keamanan di atas, tidak ada argumentasi lagi bagi anda untuk mulai upgrade ke Windows 10 64-bit. Apalagi bila anda memakai komputer terbaru yang spesifikasinya cukup mencukupi. Semoga berguna... Sumber http://teknojempol.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)